
Ulasfaktasultra.com, Koltim –Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Kolaka Timur, Supriadi, S.Pd., M.Si, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengurus koperasi desa dan kelurahan (KDKMP) sebagai fondasi pembangunan ekonomi masyarakat. Pernyataanya disampaikan saat ditemui Awak media di ruang kerjanya pada Jumat, (05/12/2025)
Supriadi menjelaskan bahwa terbentuknya kompetensi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak terlepas dari dukungan tenaga profesional seperti Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO) yang bertugas mendampingi pengembangan koperasi ke arah bisnis masa depan.
kegiatan pelatihan di sejumlah kecamatan menjadi bagian dari program strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi rakyat. Pelatihan tahun 2025 tersebut mengusung motto “SDM dan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045.”

Menurutnya, koperasi desa/kelurahan tidak boleh hanya menjadi simbol kelembagaan, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak perekonomian lokal.
Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Kapal sebesar apa pun akan oleng jika nakhodanya tidak cakap. Begitu pula koperasi, 70 persen keberhasilannya ditentukan oleh kompetensi pengurus,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pengelolaan koperasi tidak lagi dapat dilakukan dengan pola pikir lama yang hanya sekadar berjalan. Koperasi harus bergerak menuju tata kelola yang profesional, akuntabel, dan berbasis digital agar mampu menjawab tuntutan zaman yang semakin cepat dan kompetitif.
Supriadi juga mengkritisi penggunaan pencatatan manual yang masih umum ditemukan di beberapa koperasi. Di era digital, kata dia, anggota menginginkan proses pelaporan yang lebih transparan dan mudah diakses. Pelatihan ini diharapkan menjadi “charger” kompetensi bagi para pengurus agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan dan administrasi koperasi.

Lebih jauh, ia berharap seluruh peserta pelatihan tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga benar-benar menyerap materi yang diberikan. Setelah pelatihan, para pengurus diharapkan mampu menerapkan manajemen keuangan dan tata kelola kelembagaan secara lebih baik, sehingga koperasi dapat berkembang secara sehat dan dipercaya publik.
Supriadi menjelaskan bahwa tujuan utama pelatihan adalah meningkatkan kemampuan seluruh pengurus koperasi untuk mengelola organisasi secara profesional. Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar wadah bagi pemerataan ekonomi, tetapi entitas bisnis yang harus dijalankan dengan manajemen modern agar dapat tumbuh dan bersaing dengan badan usaha swasta, termasuk ritel modern seperti Indomaret.
Pelatihan ini dilaksanakan dalam tiga zona yang mencakup 12 kecamatan dari 117 desa dan 16 kelurahan se-Kolaka Timur, dengan masing-masing zona berisi empat kecamatan. Kecamatan Mowewe menjadi lokasi penutup rangkaian kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Universitas Muhammadiyah Kendari serta para pakar koperasi Provinsi Sulawesi Tenggara. Adapun nama-nama narasumber dan penceramah yang terlibat yaitu:
Narasumber:
1. Dr. Fithriah Napu, SE., M.Si
2. Amlin Gunawan, SE., M.Si
3. Dr. Murini, SE., M.Si
4. Ahmad Taufiq Soepardy, SE., M.Si
Penceramah:
1. Ferry Armeinus, ST., M.Eng.Sc
2. Supriadi, S.Pd., M.Si

Supriadi menyebut seluruh narasumber tersebut memiliki kompetensi dan pengalaman yang sangat memadai sehingga diharapkan dapat memperkaya wawasan para peserta pelatihan.
Dalam arahannya, Supriadi menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta. Pertama, mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena ini merupakan investasi waktu yang berharga. Kedua, menjadi agen perubahan dengan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pengurus dan anggota koperasi lainnya. Ketiga, meninggalkan sistem lama yang tidak efektif dan beralih pada praktik terbaik yang direkomendasikan narasumber.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah ingin menjadikan “Koperasi Merah Putih” sebagai lembaga modern yang berdaya saing dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Target pemerintah jelas, yaitu menciptakan koperasi yang sehat, kuat, dan menyejahterakan anggotanya.
Supriadi menilai peserta dari 12 kecamatan menunjukkan keseriusan dalam menerima materi. Mayoritas pengurus koperasi yang hadir merupakan generasi muda sehingga lebih mudah menyerap pengetahuan baru yang disampaikan oleh para narasumber
Ia mengingatkan bahwa program penguatan koperasi merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan secara konsisten,Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada kemampuan pengurus koperasi dalam mengelola organisasi agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa.